Mahasiswa Tolak RUU Omnibus Law, Begini Penjelasannya
Mahasiswa Tolak RUU Omnibus Law, Begini Penjelasannya

Mahasiswa Tolak RUU Omnibus Law, Begini Penjelasannya

Posted on

Mahasiswa Tolak RUU Omnibus Law, Begini Penjelasannya – Apakah Anda pernah mendengar kasus ini ? Kasus ini memang benar-benar menarik perhatian rakyat khususnya untuk para buruh yang bekerja di pabrik.

Sejak dulu memang telah persekusi terhadap hak-hak buruh telah dilakukan dan sampai saat ini tak pernah diselesaikan. Pemerintah seakan tutup mata dengan nasib para buruh yang seyogyanya harusnya sejahtera dan juga mendapatkan kehidupan yang layak.

Mahasiswa Tolak RUU Omnibus Law

Pemerintah seakan tidak peduli terhadap nasib buruh yang makin hari semakin tidak jelas. Banyak sekali perusahaan yang menggunakan sistem outsourcing yang dinilai tidak menjamin hidup para buruh.

Sekian lama buruh diam tanpa melakukan aksi untuk melawan ketidakadilan ini. Dalih pemerintah mengatakan bahwa sistem outsourcing ini adalah sistem yang dilakukan oleh banyak Negara maju di dunia.

Namun seperti yang Anda tahu bahwa ekonomi Indonesia ini ditopang oleh para pekerja pabrik atau bisa dibilang buruh. Namun sangat disayangkan pemerintah tidak peduli dengan nasib para buruh asli Indonesia.

Sebaliknya pemerintah lebih percaya kepada TKA yang bekerja di perusahaan-perusahaan Indonesia. Tentu saja itu sangat menyayat hati buruh pribumi yang bersusah payah mencari pekerjaan untuk menyambung hidup.

TKA dan buruh pun sangat berbeda perlakuannya. TKA biasanya di istimewakan dan sebaliknya buruh lokal dinistakan oleh pemerintahnya sendiri. Hal ini berbanding terbalik dengan apa yang dilakukan oleh negara maju.

Sudah berapa banyak kasus yang memperlihatkan nasib buruh lokal dengan TKA. Pastinya Anda melihat bahwa TKA diperlakukan dengan sangat layak oleh pemilik perusahaan yang sudah bersekongkol dengan pemerintah.

Pemerintah juga mengatakan bahwa TKA lebih berkualitas dan para pekerja lokal tidak sebanding dengan para TKA. Hal ini tentu sangat melukai perasaan rakyat Indonesia yang seharusnya menjadi tuan di tanah sendiri.

READ  Informasi Berita Terkini Pasal Kontroversial RUU HIP

RUU Omnibus Law

RUU Omnibus law ini sangat memojokan buruh lokal dalam melakukan pekerjaan dan memberikan keuntungan untuk para TKA dalam bekerja di tanah air ini. Hal ini tentunya mendapatkan reaksi keras dari para buruh.

Pemerintah berdalih lagi, RUU ini diciptakan demi keadilan untuk seluruh rakyat Indonesia. Namun pada kenyataannya, RUU ini dimanfaatkan oleh para pejabat nakal untuk semakin memperkaya diri sendiri.

Pastinya para pejabat itu sudah bersekongkol dengan para pengusaha agar menerima TKA yang masuk ke Indonesia. Gaji yang diterima TKA juga lebih besar dibandingkan dengan para pekerja lokal dengan posisi yang sama.

Hal ini berbanding terbalik dengan negara UEA dan Qatar yang lebih memprioritaskan pekerja lokal dibanding TKA. Disana para mahasiswa yang baru lulus akan langsung disalurkan ke perusahaan-perusahaan yang ada disana.

Dan sayangnya hal ini tidak terjadi di negeri yang kaya akan sumber daya alam ini. Pemerintah Indonesia malah melakukan hal yang sebaliknya yaitu lebih mengutamakan TKA daripada pekerja lokal.

Padahal katanya pemerintah berjanji akan memakmurkan rakyat, namun pada kenyataannya sistem kapitalis yang secara diam-diam dimasukan kedalam tubuh pemerintahan mengubah semua itu.

Hal tersebut tentu saja mungkin tidak akan dipercaya oleh sebagian masyarakat Indonesia, namun masyarakat Indonesia yang melek akan informasi dan juga berpikir secara sehat pastinya percaya hal itu sedang terjadi di negeri ini.

Namun itu kembali kepada kepercayaannya masing-masing. Mungkin sebagian dari Anda ada yang percaya bahwa negeri ini sedang berkembang dan juga ada yang percaya bahwa negeri ini sedang mengalami kemunduran.

Penutup

Mungkin itu saja sedikit ulasan tentang RUU Omnibus law semoga memberikan inspirasi dan juga bermanfaat bagi Anda semua. Informasi terbaru hari ini bisa kamu dapatkan di harian haluan.com – Berita Padang Sumatera Barat Terkini Hari Ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *